• Jelajahi

    Copyright © .
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Karang Taruna Makassar Siap Kawal Program Prioritas Pemkot

    Editor : Muhsar
    Sabtu, 08 Agustus WIB Last Updated 2026-08-08T21:36:43Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    KLIK-KAMI.COM -   Pengurus Karang Taruna Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategi Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam mengawal berbagai program prioritas, mulai dari pemberdayaan sosial, penanganan sampah, penguatan ekonomi pemuda, hingga peningkatan kualitas sumber daya daya (SDM).


    Ketua Karang Taruna Kota Makassar, Muhammad Zulkifli, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Pemkot Makassar mengenai pemilahan sampah dari sumbernya, serta kebijakan aturan yang mewajibkan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa hanya menerima sisa sampah.


    Yang paling utama adalah mengedukasi masyarakat bahwa cepat atau lambat, kita memang harus memasuki fase ini,” ujar Zulkifli usai audiensi bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Balai Kota Makassar, Kamis (6/8/2026). Audiensi tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Sosial serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar.


    Zulkifli menjelaskan, kebijakan ini sejalan dengan Arahan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menghentikan praktik open dumping sekaligus mendukung target menuju pengelolaan sampah nasional yang berkelanjutan. Apalagi Pemkot Makassar telah menerbitkan Surat Edaran dan Instruksi Wali Kota terkait pemilahan sampah.


    "Seharusnya pemilahan sampah dilakukan sejak dulu. Namun, masyarakat terbiasa mencampur sampah karena TPA sebelumnya masih menerima semuanya. Kondisi saat ini menjadi peringatan bahwa perubahan sistem tidak bisa ditunda lagi," jelasnya.


    Ia mengingatkan, solusi atas persoalan sampah bukan saling menyalahkan, melainkan gotong royong. “Gotong royong dan kerja sama jauh lebih dibutuhkan dibandingkan sekedar kritik. Perubahan yang diminta pemerintah sebenarnya sederhana, yakni membiasakan memilah sampah organik, anorganik, dan residu sejak dari rumah,” tegasnya.


    Sebagai bentuk aksi nyata, Zulkifli telah membangun empat titik Tempat Edukasi Buang Sampah Organik (TEBA) di wilayah Tello Baru. Ia memanfaatkan gorong-gorong beton untuk mengolah sampah organik dan mengajak warga mengalihkan sisa makanan menjadi pakan ternak. Selain itu, ia juga menyediakan tandon udara berkapasitas 2.000–3.000 liter sebagai sarana pendukung.


    Zulkifli pun mengimbau jajaran pengurus Karang Taruna hingga tingkat kelurahan untuk mengalihkan alokasi penggalangan dana dan usulan kegiatan ke arah penyediaan sarana pengelolaan sampah lingkungan.


    Sementara itu, Ketua Harian Karang Taruna Kota Makassar, Rijal Djamal, menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi momentum untuk menyelaraskan visi organisasi dengan arah pembangunan Pemkot di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin.


    “Pak Wali Kota berkomitmen mengaktifkan dan memperkuat Karang Taruna hingga tingkat kecamatan dan kelurahan agar mampu menjadi ujung tombak pelaksanaan program pemerintah, termasuk sebagai hotline dan motor sosialisasi pemilahan sampah dari rumah tangga,” ujar Rijal.


    Rijal memaparkan lima strategi utama organisasi, yaitu: penguatan tata kelola organisasi, peningkatan partisipasi pemuda (Youth Participation ) , perluasan kolaborasi, peningkatan dampak sosial, serta pemberdayaan ekonomi pemuda. Sejumlah Karang Taruna di tingkat kelurahan bahkan telah memulai program ekonomi produktif seperti budidaya hidroponik.


    Selain itu, Karang Taruna menyiapkan tujuh prioritas program hingga tahun 2028:



    1. Entrepreneur Hub (pendampingan UMKM pemuda)

    2. Skill Academy (pelatihan untuk 2.000 pemuda)

    3. Karang Taruna Connect (jejaring kolaborasi lintas sektor)

    4. Karang Taruna Peduli (fokus aksi sosial)

    5. Makassar Youth Festival (ruang kreativitas)

    6. Karang Taruna Award (apresiasi tokoh dan organisasi)

    7. Karang Taruna Voice (ruang aspirasi dan media informasi program Pemkot)



    Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa Karang Taruna merupakan pilar sosial penting yang harus berjalan beriringan dengan pemerintah.


    “Persoalan kita saat ini adalah aktivasi Karang Taruna yang belum sepenuhnya terkoneksi dengan program pemerintah. Oleh karena itu, perlu dibangun jembatan kolaborasi ( bridging ) agar seluruh program lebih terarah,” ungkap Munafri.


    Munafri menambahkan, ke depan pembinaan Karang Taruna akan dipusatkan kembali melalui Dinas Sosial. Ia optimistis sinergi ini dapat menghadirkan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.


    “Jika Karang Taruna tumbuh besar dan mandiri, tentu akan menjadi contoh baik bagi generasi muda,” tutupnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini