Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Atasi Kemarau Panjang, Kemenag, PHBI, dan Pemerintah Kecamatan Pasimasunggu Gelar Salat Istisqa

Editor : Muhsar
Selasa, 9/08/2026 Last Updated 2026-09-08T03:13:13Z

                                             


KLIK-KAMI.COM– Kemarau panjang yang melanda berbagai wilayah kian merisaukan. Kekeringan terjadi di mana-mana, sementara cuaca ekstrem memicu kebakaran hutan dan lahan. Sektor pertanian pun terdampak parah—kegagalan panen tak terhindarkan hingga memicu kerugian ekonomi bagi masyarakat.


Menghadapi situasi sulit ini, Pemerintah Kecamatan Pasimasunggu di bawah kepemimpinan Camat Nur Amin, S.Sos.I., bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) dan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) menggelar Salat Istisqa untuk memohon diturunkannya hujan penuh berkah.


Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Kramat Benteng Jampea, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Selasa (8/9/2026) ini diikuti oleh ribuan jamaah dari berbagai penjuru kecamatan.


Dalam pelaksanaannya, Ustaz Akhmad Fauzan bertindak sebagai imam salat. Sementara itu, khotbah disampaikan oleh Ustaz Muhlis Muhrim BM, S.Hum., dan panduan tata cara Salat Istisqa dipandu langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Pasimasunggu, Masri Jaya, S.Pd.I., selaku muzakkir.


Dalam khotbahnya, Ustaz Muhlis mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momentum kemarau ini sebagai sarana merenung, beristigfar, dan bertobat atas segala dosa, baik dosa pribadi maupun kolektif.


"Lihatlah ke sekeliling kita. Tanah-tanah retak, tanaman layu dan mati, debu berterbangan, serta sumur-sumur mulai mengering. Hewan ternak pun menjerit kehausan. Langit menahan tetesan airnya dan bumi menyembunyikan mata airnya salah satunya karena perbuatan maksiat dan dosa kita," ungkap Ustaz Muhlis.


Ia pun mengimbau para jamaah untuk menanggalkan seluruh kesombongan. "Di tempat terbuka ini, tidak ada pejabat, tidak ada orang kaya, maupun orang terhormat. Kita semua adalah hamba Allah yang fakir dan berlumuran dosa. Menangislah dan mintalah ampun. Istigfar serta tobat adalah salah satu jalan turunnya keberkahan hujan dari langit," tuturnya mengakhiri khotbah.


Usai pelaksanaan salat dan doa bersama yang diiringi lantunan salawat, Camat Pasimasunggu, Nur Amin, S.Sos.I., menyampaikan pesan mendalam terkait pemaknaan doa. Alumni UIN Alauddin Makassar ini menegaskan bahwa doa tidak boleh berhenti sebatas permintaan, melainkan harus diiringi dengan perubahan perilaku terhadap alam.


"Doa yang hanya meminta hujan tanpa mengubah cara kita memperlakukan hutan, tanah, sungai, dan laut hanya akan menjadi nyanyian kosong yang berulang setiap kali bencana datang. Di tengah kemarau ini, selain menengadahkan tangan ke langit, kita juga perlu menundukkan kepala dan bermunasabah: apa yang telah kita lakukan pada bumi?" ujar Nur Amin.


Ia menambahkan, bentuk doa yang paling jujur adalah komitmen untuk berhenti merusak lingkungan. "Kita harus mulai menyayangi alam, bukan karena alam membutuhkan belas kasihan manusia, tetapi karena kehidupan manusia sepenuhnya bergantung padanya," tambahnya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur TNI dari Koramil Pasimasunggu, personel Polsek Pasimasunggu, para kepala UPT, alim ulama, serta para kepala desa se-Kecamatan Pasimasunggu.

 

  • Atasi Kemarau Panjang, Kemenag, PHBI, dan Pemerintah Kecamatan Pasimasunggu Gelar Salat Istisqa
  • 0