Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Nabi SAW dalam Berdakwah Tidak Banyak Menggunakan Retorika, tetapi Keteladanan

Editor : Muhsar
Senin, 8/31/2026 Last Updated 2026-08-31T07:08:15Z

KLIK-KAMI.COM - Dalam menjalankan dakwahnya, Nabi Besar Muhammad SAW tidak banyak menggunakan retorika, melainkan lebih mengedepankan contoh dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Keteladanan merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam mendidik. Guru di sekolah harus mampu menjadi contoh bagi anak didiknya, karena terkadang seorang anak berani melakukan sesuatu karena melihat gurunya juga melakukan hal yang sama.


Misalnya, anak dilarang merokok, tetapi gurunya justru merokok di depan murid. Seharusnya, jika ingin merokok, diupayakan dilakukan di luar lingkungan sekolah agar tidak menjadi contoh bagi siswa.


Hal tersebut diuraikan Ustaz Muhlis Muhrim, BM., S.Hum., saat membawakan ceramah Maulid di hadapan sejumlah guru dan siswa yang diselenggarakan oleh OSIS SMPN Benteng Jampea No. 7, Kepulauan Selayar, Senin (31/8/2026).


Menurutnya, mendidik anak pada zaman sekarang sudah sangat jauh berbeda dengan zaman dahulu. Anak-anak saat ini lebih banyak meniru apa yang mereka saksikan melalui layar telepon seluler (HP). Kondisi tersebut bukan hanya terjadi pada anak-anak, tetapi juga pada orang tua.


Padahal, peran orang tua sangat menentukan masa depan anak. Apa yang dilakukan seorang anak sebenarnya tidak jauh dari apa yang mereka lihat dan saksikan dalam lingkungan rumah tangga.


Sebelumnya, Kepala SMPN Benteng Jampea No. 7 Kepulauan Selayar, Abdi Salam, S.Pd., dalam sambutannya mengungkapkan bahwa dampak penggunaan gadget terhadap siswa sangat besar.


Minat belajar siswa menurun karena waktu tidur mereka berkurang akibat terlalu banyak berinteraksi dengan gadget. Akibatnya, ketika berada di sekolah, siswa menjadi mengantuk dan kurang berkonsentrasi dalam mengikuti pelajaran.


Di sisi lain, Abdi Salam mengakui bahwa pelaksanaan peringatan Maulid tersebut merupakan prestasi yang gemilang bagi pengurus OSIS. Pasalnya, organisasi tersebut baru dibentuk kurang dari satu bulan, namun sudah mampu menyelenggarakan kegiatan tersebut yang merupakan hasil kreasi murni para pengurus OSIS.


Terkait bahaya yang mengancam masa depan anak didik sebagai dampak penggunaan gadget, sebagaimana menjadi kekhawatiran kepala sekolah, Camat Pasimasunggu, Nur Amin, S.Sos.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa pihaknya akan membuat surat imbauan sebagai salah satu upaya pencegahan.


Selain pencegahan melalui surat imbauan, Camat juga berharap agar pelajaran agama lebih ditingkatkan sebagai pondasi yang tertanam dalam sanubari anak sejak usia dini.


Oleh karena itu, Camat Nur Amin sangat mengapresiasi peringatan Maulid tersebut sebagai momentum untuk mempelajari sejarah Nabi Muhammad SAW. Ia berharap kegiatan tersebut dapat membangun kepribadian yang unggul pada usia remaja, sebagaimana tema yang diusung, “Menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai Idola Utama.”


Hal tersebut sejalan dengan apa yang disampaikan Febri Yanti selaku Ketua Panitia penyelenggara. Ia menyebutkan bahwa salah satu tujuan peringatan Maulid tersebut adalah menjadi momentum untuk menimba ilmu sekaligus menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai idola utama.


Selain dihadiri Camat Pasimasunggu, peringatan Maulid tersebut juga dihadiri Serka Rusli Rasyid yang mewakili Danramil, Bripka Nur Awal yang mewakili Kapolsek, Kepala Puskesmas H. Abdullah, S.Kep., Ns., Ketua TP PKK Kecamatan Pasimasunggu Ny. Hasrena Amin, Ketua PHBI Muhsar, serta para kepala UPT dan sejumlah undangan lainnya.

  • Nabi SAW dalam Berdakwah Tidak Banyak Menggunakan Retorika, tetapi Keteladanan
  • 0